Karakter Berwajah

Ikhaaa


 


Waktu aku kecil, aku sangay hobi memggambar. Yang namanya hobi sudah pasti dilakukan dimasa lapang. Benar sekali. Aku terus menggambar disaat-saat aku tidak punya sesuatu untuk dikerjakan lagi. 

Bukan hanya sekedar menggambar untuk menghilangkan rasa bosan. Karena memang zaman waktu aku masih kecil belum ada hp. Maksudku bukan hp belum diciptakan, tapi keluargaku yang belum membeli hp. Karena menurut mereka hp bukanlah hal yang penting kala itu. Meski aku punya tv dirumah, tapi sku lebih memilih menggambar untuk menghabiskan hariku. Walau hanya sekedar coretan saja, tapi aku salalu melakukannya.

Sepeti aku sudah menargetkan akan menggambar apa setiap hatinya. Selain menggambar dibuku gambar, aku juga sering menggambar didinding rumahku. Bunda pasti jadi orang yang paling marah melihat dinding yang siap dicoret olehku itu. Meski begitu, aku tetap melakukannya, karna itu sangat menyenangkan.

Aku sangat suka menggambar, bahkan dikelas guru-guruku bilang aku mahir menggambar. Mereka bilang gambarku yang paling bagus di antara mereka. Tapi menurutku semua gambar sama saja. Gambar merupakan hasil tuangan dari sebuah imajinasi seseorang. Bahkan ketika melihat sebuah refernsi pun gambar seseorang tak akan semirip referensi itu karena pola pikir setiap manusia itu berbeda-beda.

Dikamar ku, aku akan menempelkan gambar yang menurutku bagus. Bahkan teman-temanku selalu melihatnya saat datang kerumah.

Pernah suatu hari aku menempelkan sebuah gambar tokoh pemeran di film yang ku tonton di tv. Tapi teman-teman menertawakanku. Aku tak masalah mereka menertawakan gambatku itu, karena jujur, aku memang sedikit payah menggambar wajah manusia. Aku lebih sering menggambar sebuah objek benda mati, pemandangan alam, tumbuhan, dan hewan.

Lama kelamaan entah kenapa aku mulai jenuh menggambar. Aku merasa sudah banyak sekali yang ku gambar. Dengan alasan tak tahu lagi apa yang akan ku gambar, aku semakin jarang menggambar. Tapi aku masih tetap menyukai hal-hal yang berbau seni. Aku lebih menyukai musik dan tulisan setelahnya.

Namun, setelah mengambil jurusan Animasi ini. Aku mulai menggambar lagi. Aku diajarkan cara menggambar wajah manusia oleh Pak Ismed. Aku masih ingat sekali, bahwa Pak Ismed meminta kami menggambar Karakter diri sendiri dihari pertama belajar dengannya. Dan diminggu kedua barulah ia mengajarkan kami cara menggambar wajah manusia. Aku mulai bisa menggambar wajah setelah hari itu.

Satu kelas dengan orang-orang yang hebat menggambar, awalnya membuatku minder. Tapi seiring berjalannya waktu, aku jadi bisa belajar banyak dari mereka. Aku bahkan bertanya-tanya banyak hal dari mereka yang lebih mahir dariku, dan aku rasa aku sudah bisa menggambar wajah manusia. Meski belum semahir orang-orang diluar sana, tapi aku bangga karena sudah mau berusaha dan mencoba. 


SEMANGAT IKHAA!!!

Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)