Ringkasan bab 9 poin B

Nadia nasrianti

 Rumusan 12 prinsip animasi

1. Squash and stretc
     Prinsip squash and atretch merupakan upaya menambahkan efek plastis pada objek. Prinsip ini disebut juga prinsip elastisitas. Penerapan squash and stretch pada objek benda hidup akan memberikan afek gerakan dan dinamis.


Prinsip squash and stretch

2. Anticipation
     Gerakan antisipasi biasa disebut gerakan ancang - ancang. Gerakan ini akan terlihat saat seseorang melompat. Ketika melompat, ia memulainya dengan gerakan pendahuluan yang disebut antisipasi, yaitu menekuk lutut, membungkukkan badan, dan menarik tangan. Setelah itu, ia akan melanjutkan dengan gerakan inti melompat.


Prinsip anticipation

3. Staging
     Staging adalah prinsip animasi dengan cara menempatkan karakter pada kamera secara tepat untuk membantu menciptakan suasana yang diharapkan. Bahkan, staging dapat menggambarkan adegan yang 
sedang dan yang akan terjadi sehingga penonton/pemirsa dapat memahami 
dan mengikuti jalan cerita pada film yang disajikan.


Prinsip staging

4. Straight ahead action and pose to pose
     Metodr yang dilakukan industri animasi adalah straight ahead action dan pose to pose sehingga dapat menghidupkan adegan melalui gerakan.
a) Straight ahead action adalah metode untuk membuat gerakan dengan menggambar satu per satu atau frame by frame secara berurutan dari awal sampai selesai seorang diri
b) Pose to pose adalah metode pembuatan gerak yang dilakukan oleh dua orang. Pertama, key animator yang bertugas membuat key pose. Kedua, in betweener yang bertugas membuat gambar in between.


Prinsip straight ahead action and pose to pose

5. Follow through and overlapping action
     Merupakan bagian tubuh tertentu yang masih bergerak ketika karakter telah berhenti bergerak.Misalnya, rambut yang tetap bergerak sesaat setelah karakter berhenti berlari. Sementara itu, prinsip overlapping action dianggap sebagai gerakan yang saling bertindihan. Misalnya, seekor anjing berlari kemudian berhenti, tetapi menyisakan gerakan seperti pada 
telinga dan lambaian ekornya.


Prinsip through and overlapping action

6. Slow in and slow out
     Slow in and slow out ini menuntukkan bahwa objek membutuhkan peningkatan dan penurunan kecepatan yang berbeda - beda saat bergerak. Slow in terjadi jika sebuah gerakan awal dilakukan secara lembut kemudian menjadi cepat. Slow out terjadi apabila sebuah gerakan objek dari cepat kemudian menjadi lambat.


Prinsip slow in and slow out

7. Arch
   Sistem gerak manusia, binatang, dan makhluk hidup bergerak mengikuti pola garis lengkung (lingkaran, elips, atau parabola), sedangkan sistem gerak mekanik dan robotik cenderung patah-patah. Pola inilah yang diterapkan pada gerak buatan dalam animasi dan disebut sebagai prinsip arch. Dengan menerapkan prinsip ini, objek dapat bergerak secara halus dan realistis. Sebagai contoh, pada saat seorang berjalan, ayunan tangannya akan membentuk pola lengkung setengah lingkaran.

Prinsip Arch


8. Secondary action
     Secondary action merupakan gerakan-gerakan tambahan yang tujuannya 
memperkuat gerakan utama, bukan untuk menjadi pusat perhatian yang 
dapat mengalihkan perhatian gerakan utama. Secondary action ini sangat 
penting untuk penerapan pembuatan gerak buatan karena akan memberikan 
kesan realistis seperti gerakan objek sesungguhnya di kehidupan nyata.


Prinsip secondary action

9. Timming and spacing
     Prinsip timing adalah tahapan menentukan waktu kapan sebuah 
gerakan mulai dilakukan. Tiap-tiap obyek diatur durasi gerakannya untuk 
menghasilkan gerakan yang berbeda dan dilakukan tepat pada waktunya. 
Cepat dan lambatnya durasi dalam adegan akan sangat memengaruhi banyak 
sedikitnya jumlah frame. Gambar dengan sedikit frame akan menghasilkan 
gerakan cepat dan patah-patah. Begitu juga gambar dengan jumlah frame
yang banyak akan menghasilkan gerakan lambat dan halus. Akan tetapi, 
gerakan lambat pada kondisi adegan yang tidak tepat justru akan membuat 
film terkesan membosankan.
       Prinsip spacing adalah pengaturan kepadatan gambar yang akan 
memengaruhi percepatan dan perlambatan gerak benda. Hal tersebut akan 
membuat sebuah gerakan lebih realistis.
 
Prinsip timming and spacing

10. Appeal
       Pada pembuatan animasi, prinsip 
appeal memiliki dua tujuan. Pertama, 
sebagai gaya visual pada keseluruhan 
isi film. Artinya, film memiliki style
yang khas untuk membedakan dengan 
film lainnya sesuai dengan tema dan 
genrenya. Kedua, sebagai pembeda 
karakteristik penokohan. Setiap 
karakter dalam animasi dikembangkan agar memiliki daya tarik yang 
unik dan memiliki perbedaan dengan karakter lain berdasarkan sifat 
yang dibawakannya.


Prinsip appeal

11. Exaggeration
       Prinsip exaggeration adalah langkah 
untuk mendramatisasi sebuah animasi 
dalam bentuk gambar yang hiperbolis 
untuk mempertegas tindakan yang sedang 
dilakukan. Prinsip exaggeration biasanya 
digunakan pada film bergenre komedi yang membutuhkan beberapa gerakan ekstrem untuk menegaskan ekspresi tertentu.


Prinsip exaggration


12. Solid drawing
       Solid drawing merupakan prinsip yang menitikberatkan pada kemampuan 
animator dalam menggambar. Seorang animator harus memiliki pemahaman 
yang kuat terhadap prinsip-prinsip desain, seperti proporsi, anatomi, komposisi, keseimbangan, dan pencahayaan. Hal tersebut berguna untuk membedakan dan memperkuat karakteristik setiap tokoh animasi sesuai dengan sifat atau penokohannya.


Prinsip solid drawing

Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)