12 Prinsip Animasi

Sofia

 

12 Prinsip Animas

12 prinsip animasi

Sebagai seorang animator, memahami dan menguasai 12 prinsip animasi merupakan fondasi yang penting untuk menghasilkan karya yang menarik dan berkesan. Sehingga prinsip-prinsip ini bukanlah sekadar teori animasi, melainkan pedoman praktis yang membimbing setiap langkah dalam proses kreatif.

1. Solid Drawing

Sumber Darvideo: Solid Drawing - Gamelab.id

Sumber Darvideo: Solid Drawing - Gamelab.id

Solid drawing adalah prinsip animasi yang menekankan pentingnya memahami dimensi dan bentuk objek. Seorang animator harus mampu menggambar dan merancang objek atau karakter dalam tiga dimensi agar menciptakan ilusi kedalaman. Jadi ini bukan sekadar melukis gambar, tetapi tentang membuat karakter terlihat konsisten sepanjang animasi, yang seolah-olah mereka nyata dan dapat dipegang.

2. Squash & Stretch (Lentur)

Sumber Autodesk: Squash & Strech - Gamelab.id

Sumber Autodesk: Squash & Strech - Gamelab.id

Konsep Squash & Stretch berkaitan dengan perubahan bentuk objek saat bergerak. Ketika objek bergerak, elemen-elemen seperti squash (pemendekan) dan stretch (perpanjangan) akan diterapkan untuk menciptakan efek gerakan yang alami. Misalnya, ketika bola melambung, ia bisa terlihat melebar saat bergerak ke atas dan menyusut ketika jatuh.

3. Timing & Spacing Timing (Durasi)

Sumber Full Frontal: Timing & Spacing Timing - Gamelab.id

Sumber Full Frontal: Timing & Spacing Timing - Gamelab.id

Timing & spacing timing mencakup penentuan durasi setiap gerakan. Mengatur timing yang tepat akan memberikan kesan kecepatan atau kecepatan gerakan dalam animasi. Semetara itu, spacing timing mengelola jarak antara frame guna memastikan gerakan terlihat mulus dan alami.

4. Anticipation (Gerakan Awal)

Sumber Animation Mentor: Anticipation - Gamelab.id

Sumber Animation Mentor: Anticipation - Gamelab.id

Gerakan awal, atau anticipation, melibatkan gerakan kecil yang dilakukan sebelum gerakan utama. Ini memberikan penonton petunjuk visual tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Dan, memastikan bahwa perubahan yang akan terjadi bisa dipahami dengan baik.

5. Slow In & Slow Out

Sumber Kelas Animasi: Slow In & Slow Out - Gamelab.id

Sumber Kelas Animasi: Slow In & Slow Out - Gamelab.id

Untuk menciptakan gerakan yang alami, animator harus menggunakan konsep slow in (percepatan awal) dan slow out (perlambatan akhir). Tujuannya untuk menciptakan ilusi perubahan kecepatan, membuat gerakan terlihat lebih organik, dan agar animasi tidak begitu kaku.

6. Secondary Action (Gerakan Penutup)

Sumber Clip Studio Tips: Secondary Action - Gamelab.id

Sumber Clip Studio Tips: Secondary Action - Gamelab.id

Prinsip secondary action melibatkan memberikan gerakan tambahan pada karakter. Ini bisa berupa ekspresi wajah, gerakan tangan, atau elemen kecil lainnya yang menambah kedalaman dan kompleksitas pada animasi.

7. Arc

Sumber: Envato Tuts: Arc - Gamelab.id

Sumber: Envato Tuts: Arc - Gamelab.id

Pola gerakan yang umumnya terjadi dalam bentuk lengkung atau "arc" ini seperti mencerminkan kehidupan nyata. Jadi ketika objek bergerak, itu biasanya mengikuti pola melingkar serta menciptakan gerakan yang terlihat lebih alami dan realistis.

8. Follow Through & Overlapping Action

Sumber Pushed: Follow Through & Overlaping Action - Gamelab.id

Sumber Pushed: Follow Through & Overlaping Action - Gamelab.id

Follow through melibatkan gerakan setelah gerakan utama berhenti, sementara overlapping action melibatkan gerakan yang terjadi secara bersamaan. Maka dengan kombinasi keduanya itu akan menciptakan efek gerakan yang lebih nyata dan alami.

9. Straight Ahead & Pose to Pose

Sumber IDS Education: Straight Ahead & Pose to Pose - Gamelab.id

Sumber IDS Education: Straight Ahead & Pose to Pose - Gamelab.id

Pada prinsip ini, animator dapat memilih antara dua pendekatan utama. Jika ingin bekerja secara straight ahead, animator dapat membuat setiap frame secara berurutan. Sementara untuk pose to pose, membuat beberapa frame kunci terlebih dahulu. Namun, melalui kombinasi keduanya memungkinkan animator menciptakan animasi yang seimbang dan dinamis.

10. Staging

Sumber D'Source: Staging - Gamelab.id

Sumber D'Source: Staging - Gamelab.id

Staging melibatkan penempatan objek atau karakter dalam suatu adegan untuk memastikan fokus yang tepat. Umumnya, sebuah staging akan membantu penonton memahami cerita dengan lebih baik dan menyoroti elemen yang paling penting.

11. Exaggeration (Pendramatisir Wujud Animasi)

Sumber Pinterest: Exaggeration - Gamelab.id

Sumber Pinterest: Exaggeration - Gamelab.id

Melalui pendramatisiran, animator dapat menekankan gerakan atau ekspresi karakter. Dengan begitu, akan membuat animasi lebih menarik dan komunikatif serta memungkinkan untuk menyampaikan emosi atau konsep dengan lebih kuat kepada penonton.

12. Appeal

Sumber Dsource Ekalpa India: Appeal - Gamelab.id

Sumber Dsource Ekalpa India: Appeal - Gamelab.id

Prinsip terakhir, appeal. Ini mengacu pada daya tarik visual dan karakteristik yang membuat objek atau karakter menarik bagi penonton. Oleh karena itu, animator harus dapat menciptakan karakter dengan daya tarik yang kuat. Tujuannya agar menarik perhatian dan membangun koneksi emosional dengan penonton.

Sebagai kesimpulan, menguasai 12 prinsip animasi ini bukan hanya tentang menciptakan gerakan yang halus, tetapi juga mengomunikasikan cerita dengan lebih kuat dan menghibur penonton secara efektif. 

Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)